13/06/2023
Kami berkali-kali kedatangan tamu pasangan suami istri atau rombongan ibu-ibu yang datang bersama anaknya.
Ada beberapa moment yang kami lihat sangat menyenangkan, karna rumah kami menjadi sarana untuk keluarga saling bencengkrama dari kesibukan kerja,
Tapi ada juga, bahkan bisa jadi lebih banyak yang kami lihat, momen yang harus nya dijadikan waktu saling bencekrama dengan anak-anaknya dibiarkan hilang begitu saja.
Hilang krn ketika datang kerumah kami tiba-tiba Suami yang sibuk dengan gadgetnya, istri yang sibuk dengan medsosnya & ibu-ibu yang sibuk dengan statusnya. Sehingga Anak yang dibawanya orang tuanya dibiarkan lari kesana kemari, loncat dari meja kemeja, ketika nangis dibiarkan, menggangu tamu yang lain dibiarkan, merubah posisi bangku dirumah kami dibiarkan.
Sebenernya beberapa kali juga kami mengingatkan ke orang tua anak tsb tapi seolah tak dihiraukan.
Sebenernya kami tidak menyalahkan anaknya tapi lebih ke, ko ya ada momen bersama anak ketika diluar rumah yang akan dikenang oleh anaknya dibiarkan berlalu karna sibuk dengan gadgetnya.
Semua menjadi pelajaran untuk kami, kelak kami ingin menjadi orang tua yang difavoritkan oleh anak dengan cara menghargai waktu ketika barsama dengan anak.
Sehingga kalau anak kami wanita dia bisa bilang :
Pria idaman saya yang ingin saya jadikan suami yaitu seperti ayah saya.
Dan kalau pria :
Wanita yg ingin saya jadikan pasangan hidup seperti ibu saya.