06/12/2017
Ada jammin' seru, sifatnya mungkin lebih ke spontanitas saja. Kejadiannya beberapa hari lalu, di kafe Albero Live Music Island, di kawasan Tebet Raya.
Dua pentolan atau ikon dari grup rock terbesar Indonesia, God Bless, tetiba muncul dan jammin dengan home band setempat. Suasana ramai, so pasti.
Dan mereka memang khusus datang untuk memeriahkan acara kecil-kecilan perayaan tambah usianya, Seno Kusumo, sebut saja fans berat God Bless lah ya.
Nah ada korelasi khusus antara Achmad Albar, Ian Antono, dalam hal ini adalah God Bless-nya. Dengan Seno Kusumo, kakak dari Seno Samodro, bupati Boyolali. Ini koreksian masup dari sahabat baek neh.... Barusan! Hehehehe.
Ceritanya, Seno ini penggemar beratnya God Bless. Saking senengnya, ngefansnya, maka iapun berencana untuk bisa memanggungkan God Bless di tahun depan.
Karena tahun depan, God Bless pas masuk di usia ke 45 tahun. Rentang jangka waktu demikian panjang, membuktikan akan eksistensi God Bless di khasanah musik Rock Indonesia.
Mereka telah menjadi sosok terpenting dalam sejarah musik rock negeri kita. Rock Indonesia adalah God Bless dan God Bless so pasti adalah Rock Indonesia. Ga bisa dipisahkan!
Dalam catatan saya, mereka satu dari sedikit grup band yang sanggup bertahan lebih dari 40-an tahun. Mereka masih di bawah The Rollies, yang tahun ini mencapai usia 50 tahun!
Catatan terpentingnya, sebagai tambahan, bahwa kedua grup itu kan masih eksis sampai hari ini.
Menyoal pada God Bless, perihal konser mereka. Ini tak bisa tidak bicara pada konsep. Tapi jangan hanya pada konsep semata. Karena haruslah diikuti dengan men-design konsep tersebut secara matang, kemudian masuk pada tahapan berikutnya, bagaimana untuk mewujudkannya.
Bagaimana merealisasikan keinginan, cita-cita yang tertuang dalam konsep Lalu menghidangkannya untuk...publik! Bahasa kerennya, eksekusinya kudu...yahud punyak!
Kalau sudah siap dihidangkan, dengan penjabaran konsep visual yang detil dan terencana dengan baik demi pencapaian ke-yahud-annya itu, tentunya tak bisa dilupakan soal bagaimana konsep tersebut akan dapat menarik perhatian publik untuk berbond**g-bond**g datang menyaksikannya.
Well, yahud dan kuereeeen kalau yang nonton ga banyak kan, sayang d**g.....
Well, God Bless layak untuk dipanggungkan secara megah. Memperlihatkan wibawa mereka sebagai The Living Legend TOP Rock Band Indonesia.
Menampilkan God Bless yang bernama begitu besar, dengan bungkusan yang berbeda, yang akan lebih menegaskan ke digdaya-an mereka sebagai sebuah kelompok rock nomer wahid Indonesia.
Kabarnya, perencanaan akan konser God Bless dalam konteks perayaan 45 tahun usia mereka, tengah digarap dengan matang. Ditargetkan konser tersebut dapat digelar pada sekitar Mei 2018, dengan mengambil tempat di hall terbesar di kawasan JIE Kemayoran.
Sebagai fans berat, Seno yang berinisiatif dan mendukung sepenuhnya konser besar God Bless tersebut.
Memang harus di Mei karena God Bless secara resmi berdiri pada awal Mei. Tepatnya, ini menurut catatan sejarahnya adalah pada 4 & 5 Mei, saat dimana God Bless tampil untuk pertama kalinya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, TIM.
God Bless "Mark-1" waktu itu adalah Achmad Albar, Donny Fattah (bass), Ludwig Lemans (gitar), Yockie Suryoprayogo (kibor) dan alm. Fuad Hasan, sebagai drummer.
......
GOD BLESS (GB) dimulai dari Crazy Wheels, dengan Ludwig Lemans, Donny Fattah, Fuad Hasan, Deddy Dores, main di sebuah nightclub di Singapura. ............................
Lalu dari Singapura, mereka dapat kesempatan tampil di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, konser di sana pada 4 & 5 Mei 1973. Teatrikal dengan mengusung peti mati dan ada mayat hidup segala. Lighting juga diupayakan dengan konsep, walau ya disesuaikan dengan jaman itu, tentunya. Saat itu, kibor sudah berganti, Deddy Dores digeser Yockie Suryo Prayogo. Yockie ini awalnya dikenal lewat grup rock “Anak Menteng”, Zonk dan Fancy.........
( Baca aja : http://www.dionmomongan.com/2016/03/god-bless-gbdimulai-dari-crazy-wheels.html )
Dalam sekitar 3 tahun-an terakhir ini, GOD BLESS sempat tampil dalam konser yang relatif besar di Bandung (2015) dan Jakarta (2016). Ditambah lagi, ada rangkaian tour show rock, di beberapa kota.
Kemarin ini, di 21 November, juga mereka dipilih untuk ikut memeriahkan acara bersama 4 grup lainnya yaitu GIGI, Krakatau Reunion, Kahitna dan Sheila on 7, di Plenary Hall-JCC.
Pantas banget, kalau lantas di tahun 2018 nanti, mereka memperoleh kesempatan tampil lagi, dalam sebuah konser "akbar". Tentu saja, konser-konser besarnya di tahun-tahun sebelumnya itu, akan menjadi reference penting bagi penyelenggaraan konser di tahun mendatang tersebut.
First Announcement mengenai rencana konser 45 tahun tersebut, telah disebutkan oleh SysNs Soerio Soebagio, yang diundang naik panggung.
Malam kemarin itu juga Sys berinisiatif menggalang pengumpulan dana spontan, untuk membantu biaya pengobatan dari Yockie Suryo Prayogo.
Yockie yang memang kibordis pertama God Bless, seperti diketahui, tengah sakit. Sekian waktu dirawat di sebuah rumah sakit di kawasan Bintaro, walau sudah sejak seminggu terakhir ini, sudah dapat dirawat di rumahnya. Tapi sejatinya, kondisinya sebetulnya belumlah membaik.
So, siap-siap saja untuk menonton konser God Bless nanti. Sambil tak lupa, mendoakan untuk kesembuhan Yockie Suryoprayogo juga tentunya... /*
Titiek Antono Rocky Antono Cocomeo Yon Moeis Tyas Amalia Yahya