30/10/2020
Pengendara motor yang bawa jenazah pakai bronjong motor viral di media sosial. Pengendara tersebut adalah Sutejo.
Sedangkan jenazah yang dibawa pakai bronjong motor adalah ibunya, Ginem.
Video Sutejo saat membawa jenazah ibunya viral di media sosial sejak Kamis (29/10/2020).
Dalam video berdurasi 47 detik itu terdengar jelas perempuan yang merekam sambil mempertanyakan, apakah yang dibawa pengendara motor tersebut jenazah, karena terlihat bagian tangan.
"Iki gowo opo coba, kok medeni banget loh (Ini membawa apa coba, kok menakutkan banget)," tutur perempuan tersebut dalam video. "Daerah Simo (Kecamatan), iki gowo opo sih (ini bawa apa sih)," sambungnya masih panasaran.
"Iki wong opo udu sih, astaga (Ini orang apa bukan sih). Iki uwong deh mas kayae, wong mati deh (Ini orang deh mas sepertinya, orang meninggal deh)," kata dia lagi semakin penasaran. Pria di sampingnya pun ikut mempertanyakan, "Mosok?," timpalnya.
"Tapi kok dinganu jarik, kui kan kaya anak tangane to kui (Tapi kok dibungkus kain jarik, itu kan seperti ada tangannya to itu)," jelas dia di depan pengendara motor itu.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu AM Tohari membenarkan kejadian tersebut. "Iya, benar. Peristiwa itu terjadi pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB," kata Tohari kepada Kompas.com, Jumat (30/10/2020) Sutejo merupakan warga Dukuh Bantulan RT 3/4, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali
Sutejo membawa jenazah ibunya, Ginerm Suharti dari Bantulan, Jembungan, Banyudono menuju ke Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Simo "Sama warga disarankan jenazah dibawa ke rumah duka terlebih dahulu untuk dimandikan," kata Tohari
keterangan Sutejo, ia awalnya berencana memakamkan ibunya itu di pekarangan rumah. Lalu, ia merasa jengkel karena dilarang warga memakamkan ibunya di pekarangan rumah.
Menurut Sutejo, warga beralasan ibunya bukan berasal dari desa tersebut. Sutejo jengkel, kemudian membawa jenazah Ginem menggunakan sepeda motor dengan memakai bronjong.
Tujuannya, untuk dimakamkan pekarangan rumah keluarga yang berada di Desa Kedung Lengkong, Simo, Boyolali tempat kelahiran ibu Ginem. Padahal, jarak rumah Sutejo dengan desa ibunya itu cukuo jauh, sekitar 10 kilometer