20/02/2024
BERI NAMA ANAKMU, DENGAN NAMA YANG BAIK
Ayah - Bunda yang Budiman, hendaknya orang tua atau yang berkedudukan sebagai orang tua memberi nama anaknya dengan nama-nama yang bagus, yaitu bagus secara makna dan tidak bertentangan dengan aturan agama. Demikian lah syariat mengajarkan.
Secara fitrah, orang senang dengan sebutan yang baik serta s**a mendengarkan dan melihat sesuatu yang indah sehingga sangat tidak tepat bila ada yang mengatakan, “Apa arti sebuah nama.”
Bila kita melihat sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita akan dapati beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai nama yang baik dengan bukti ketika ada seorang sahabat memiliki nama yang tidak baik beliau menggantinya. Dahulu sahabat ‘Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu memiliki anak perempuan yang diberi nama ‘Ashiyah ( عَاصِيَةُ ) maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nama ia dengan Jamilah جَمِيْلة) ). ‘Ashiyah artinya wanita yang bermaksiat sedangkan Jamilah artinya wanita yang cantik.
Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah meriwayatkan dari bapaknya, bapaknya dari kakeknya, bahwa ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Nabi bertanya, “Siapa namamu?” Ia (kakeknya Sa’id) menjawab, “Hazn.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau Sahl.” Hazn berkata, “Aku tidak akan mengubah nama yang diberikan oleh bapakku.” (Shahih al-Bukhari no. 6190)
Hazn artinya keras, kaku, dan kasar.
Adapun Sahl artinya mudah dan lunak.
Sa’id bin al-Musayyib bin Hazn rahimahullah berkata,
“Perangai kaku/keras setelah itu selalu ada di tengah-tengah (keluarga) kami.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik. Sebab, nama yang baik mengandung pengharapan kebaikan, sedangkan nama yang jelek menjadikan seseorang beranggapan ada kesialan pada dirinya.
Memang, nama punya pengaruh dan sarat akan makna. Coba Anda perhatikan hadits Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah di atas, bagaimana pengaruh nama yang jelek dirasakan keluarganya. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menyarankan kakeknya untuk mengubah namanya (Hazn) menjadi yang baik, yaitu Sahl. Ia menolaknya dengan alasan tidak mau mengubah nama yang telah diberikan kepadanya o